Panduan Lengkap: Makanan & Minuman yang Harus Dihindari Ibu Menyusui

Siti Hartinah

Menyusui adalah proses yang indah dan alami, namun juga memerlukan perhatian khusus pada pola makan ibu. Apa yang dikonsumsi ibu akan mempengaruhi ASI yang dihasilkan dan, secara tidak langsung, kesehatan bayi. Meskipun sebagian besar makanan aman dikonsumsi saat menyusui, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dengan sangat hati-hati. Artikel ini akan membahas secara detail berbagai makanan dan minuman tersebut, disertai penjelasan ilmiah mengenai dampaknya terhadap bayi.

1. Alkohol

Mengonsumsi alkohol saat menyusui sangat tidak disarankan. Alkohol dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan efek samping pada bayi, termasuk:

  • Kelelahan dan kantuk yang berlebihan: Bayi mungkin mengalami kesulitan bangun untuk menyusu atau menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang tidak biasa.
  • Gangguan perkembangan: Paparan alkohol jangka panjang melalui ASI dapat berdampak negatif pada perkembangan saraf bayi.
  • Menurunnya kemampuan koordinasi: Bayi mungkin menunjukkan kesulitan mengontrol gerakan tubuhnya.
  • Perubahan suasana hati: Bayi bisa menjadi lebih rewel, mudah menangis, atau mengalami perubahan suasana hati yang tiba-tiba.
  • Gangguan pertumbuhan: Beberapa penelitian menunjukkan potensi alkohol untuk menghambat pertumbuhan bayi.

Jumlah alkohol yang masuk ke dalam ASI bergantung pada beberapa faktor, termasuk jumlah yang dikonsumsi ibu, berat badan ibu, dan waktu setelah konsumsi. Meskipun sedikit alkohol mungkin masuk ke dalam ASI, bahkan dalam jumlah kecil pun tidak dianjurkan. Sebaiknya ibu menyusui menghindari alkohol sepenuhnya. Jika terpaksa minum alkohol, sebaiknya lakukan penyusuan beberapa jam setelahnya dan pompa ASI selama beberapa jam agar alkohol dapat keluar dari tubuh melalui ASI.

2. Kafein

Kafein juga merupakan zat yang perlu diwaspadai ibu menyusui. Meskipun jumlah kafein yang sedikit mungkin tidak menimbulkan masalah, konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan:

  • Gangguan tidur pada bayi: Bayi mungkin menjadi gelisah, sulit tidur, atau mengalami iritabilitas.
  • Refluks asam: Pada beberapa bayi, kafein dapat memicu atau memperburuk refluks asam.
  • Diare: Pada bayi yang sensitif, kafein dapat menyebabkan diare.
  • Iritabilitas: Bayi mungkin menjadi lebih rewel dan mudah menangis.
BACA JUGA:   Apakah Ibu Menyusui Boleh Makan Sayur Nangka? Panduan Lengkap untuk Keamanan ASI

Ibu menyusui dianjurkan untuk membatasi asupan kafein hingga kurang dari 300mg per hari. Ini setara dengan sekitar dua cangkir kopi. Penting untuk diingat bahwa kafein terdapat dalam berbagai minuman dan makanan, termasuk teh, cokelat, dan beberapa minuman energi. Ibu menyusui perlu memperhatikan label makanan dan minuman untuk mengetahui kandungan kafeinnya. Mengganti kopi dengan teh herbal yang bebas kafein dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

3. Ikan Bertingkat Tinggi Merkuri

Ikan merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik, namun beberapa jenis ikan mengandung merkuri dalam jumlah tinggi. Merkuri adalah racun yang dapat merusak sistem saraf bayi yang sedang berkembang. Jenis ikan yang harus dihindari atau dibatasi konsumsinya oleh ibu menyusui meliputi:

  • Hiu: Mengandung kadar merkuri yang sangat tinggi.
  • King mackerel: Juga memiliki kadar merkuri yang tinggi.
  • Tilefish: Tinggi merkuri.
  • Swordfish: Kadar merkuri yang tinggi.
  • Tuna sirip kuning (albacore): Meskipun mengandung manfaat nutrisi, harus dikonsumsi secara terbatas.

Sebaiknya ibu menyusui memilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti salmon, udang, dan ikan kod. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi jumlah ikan yang aman dikonsumsi saat menyusui.

4. Makanan yang Menyebabkan Alergi atau Intoleransi

Beberapa makanan dapat menyebabkan alergi atau intoleransi pada bayi melalui ASI. Makanan-makanan ini dapat bervariasi dari satu bayi ke bayi lainnya. Beberapa makanan yang sering menjadi penyebab alergi atau intoleransi meliputi:

  • Susu sapi: Bayi yang alergi susu sapi mungkin menunjukkan gejala seperti ruam kulit, diare, muntah, atau kolik.
  • Telur: Alergi telur dapat menyebabkan gejala yang serupa dengan alergi susu sapi.
  • Kacang: Kacang tanah, kacang mete, dan kacang lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius pada beberapa bayi.
  • Kedelai: Produk kedelai juga dapat menjadi penyebab alergi.
  • Gandum: Alergi gandum dapat memicu berbagai gejala seperti diare, ruam dan masalah pernapasan.
  • Seafood: Selain merkuri, beberapa bayi juga memiliki alergi terhadap seafood.
BACA JUGA:   Mengatasi Cacar Air pada Bayi: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Jika bayi menunjukkan gejala alergi atau intoleransi setelah ibu mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya makanan tersebut dihindari. Konsultasikan dengan dokter atau ahli alergi untuk melakukan tes alergi dan menentukan makanan yang harus dihindari. Pengenalan bertahap terhadap makanan yang berpotensi alergi setelah beberapa bulan menyusui, dengan pantauan ketat terhadap reaksi bayi, juga sering dianjurkan oleh para ahli.

5. Makanan yang Mengandung Aditif dan Pengawet

Makanan olahan yang mengandung banyak aditif dan pengawet sebaiknya dihindari atau dikonsumsi seminimal mungkin saat menyusui. Beberapa aditif dan pengawet mungkin dapat memengaruhi kesehatan bayi. Pilihlah makanan segar dan alami sebisa mungkin. Baca label makanan dengan teliti dan perhatikan kandungan aditif dan pengawetnya. Beberapa aditif yang perlu diperhatikan antara lain:

  • MSG (Monosodium Glutamat): Beberapa penelitian menunjukkan potensi MSG untuk menyebabkan gangguan pada bayi.
  • Pewarna buatan: Pewarna buatan dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa bayi.
  • Bahan pengawet tertentu: Beberapa pengawet dapat memengaruhi kesehatan pencernaan bayi.

Meskipun belum ada penelitian yang secara definitif membuktikan dampak negatif semua aditif terhadap bayi yang disusui, mengurangi konsumsi makanan olahan dan memilih makanan segar merupakan pilihan yang lebih sehat.

6. Produk Herbal dan Suplemen

Produk herbal dan suplemen tidak selalu aman dikonsumsi saat menyusui. Beberapa produk herbal dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan pada bayi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli herbal sebelum mengonsumsi produk herbal apa pun selama masa menyusui. Selalu periksa label dan ikuti petunjuk penggunaan dengan cermat. Jangan mengonsumsi produk herbal tanpa arahan dari tenaga medis yang profesional. Beberapa produk herbal bisa mengganggu produksi ASI atau berinteraksi negatif dengan obat-obatan yang mungkin dikonsumsi oleh ibu.

BACA JUGA:   Aqiqah untuk Bayi yang Meninggal Dunia: Pandangan NU dan Hukumnya

Ingatlah bahwa setiap bayi berbeda, dan apa yang mungkin menyebabkan reaksi pada satu bayi mungkin tidak berpengaruh pada bayi lain. Perhatikan dengan seksama reaksi bayi terhadap makanan yang Anda konsumsi dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika Anda memiliki kekhawatiran. Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang selama menyusui sangat penting untuk kesehatan ibu dan bayi.

Also Read

Bagikan:

Tags