MPASI Tahan Berapa Lama di Suhu Ruang? Panduan Keamanan & Penyimpanan

Siti Hartinah

Makanan Pendamping ASI (MPASI) merupakan tahap penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian MPASI yang aman dan higienis sangat krusial untuk mencegah bayi terpapar bakteri penyebab penyakit. Salah satu aspek penting yang sering menjadi pertanyaan adalah berapa lama MPASI bisa bertahan di suhu ruang. Jawabannya tidak sesederhana "begitu lama". Ketahanan MPASI di suhu ruang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan ketelitian dalam hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan si kecil.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan MPASI di Suhu Ruang

Berapa lama MPASI aman dikonsumsi setelah disiapkan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. Memahami faktor-faktor ini akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat dan mencegah risiko keracunan makanan pada bayi. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Jenis MPASI: MPASI yang berbasis daging, unggas, ikan, atau telur umumnya lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri daripada MPASI berbasis buah atau sayur. Kandungan protein dan lemak dalam MPASI berbasis daging menjadi media pertumbuhan bakteri yang lebih baik. MPASI berkuah cenderung lebih cepat basi daripada MPASI yang lebih kental.

  • Suhu Ruangan: Suhu ruangan yang tinggi akan mempercepat pertumbuhan bakteri. Suhu ideal untuk penyimpanan makanan adalah di bawah 4°C (suhu lemari pendingin). Semakin tinggi suhu ruangan, semakin cepat MPASI akan rusak dan tidak aman dikonsumsi.

  • Metode Pembuatan: MPASI yang dibuat dengan teknik pengolahan yang baik, seperti memasak hingga matang sempurna dan menghindari kontaminasi silang, akan lebih tahan lama daripada MPASI yang kurang higienis dalam proses pembuatannya. Peralatan masak yang bersih juga berperan penting.

  • Kebersihan Wadah: Wadah penyimpanan MPASI harus bersih dan steril. Wadah yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri yang mempercepat pembusukan MPASI.

  • Waktu Penyimpanan: Waktu penyimpanan MPASI di suhu ruang adalah faktor yang paling signifikan. Semakin lama MPASI disimpan di suhu ruang, semakin tinggi risiko kontaminasi bakteri dan pembusukan.

BACA JUGA:   Nutrisi Penting untuk Kecerdasan Bayi dalam Kandungan

Rekomendasi Waktu Penyimpanan MPASI di Suhu Ruang Berdasarkan Sumber

Meskipun tidak ada panduan resmi yang menetapkan waktu penyimpanan MPASI di suhu ruang secara pasti, berbagai sumber sepakat bahwa MPASI tidak boleh dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam. Beberapa sumber bahkan lebih ketat, menyarankan hanya satu jam terutama pada suhu ruangan yang tinggi (di atas 25°C).

Panduan dari American Academy of Pediatrics (AAP) lebih menekankan pada pentingnya menjaga kebersihan dan penyimpanan makanan bayi daripada memberikan durasi waktu spesifik di suhu ruangan. Mereka menekankan pentingnya mendinginkan MPASI dengan cepat setelah disiapkan dan menyimpannya di lemari pendingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Website-website kesehatan ibu dan anak, seperti What to Expect dan BabyCenter, juga menyarankan agar MPASI tidak disimpan di suhu ruang lebih dari dua jam.

Risiko Mengonsumsi MPASI yang Tersimpan Lama di Suhu Ruang

Mengonsumsi MPASI yang telah disimpan terlalu lama di suhu ruang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada bayi, termasuk:

  • Keracunan makanan: Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang, menyebabkan diare, muntah, demam, dan gejala lainnya. Bayi jauh lebih rentan terhadap keracunan makanan daripada orang dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum berkembang sepenuhnya.

  • Diare: Diare yang disebabkan oleh bakteri dapat menyebabkan dehidrasi yang serius pada bayi, yang dapat mengancam jiwa.

  • Infeksi: Bakteri tertentu dapat menyebabkan infeksi serius pada bayi.

  • Alergi makanan: Meskipun bukan akibat langsung dari penyimpanan, MPASI yang terkontaminasi bakteri dapat memicu reaksi alergi yang lebih parah pada bayi yang rentan.

Cara Aman Menyimpan MPASI

Untuk memastikan keamanan dan kesegaran MPASI, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Siapkan MPASI dalam jumlah kecil: Buat hanya sebanyak yang dibutuhkan bayi untuk satu kali makan. Hal ini meminimalkan risiko pembuangan makanan yang tersisa dan memaksimalkan kesegaran MPASI.

  • Dinginkan MPASI dengan cepat: Setelah disiapkan, segera dinginkan MPASI di lemari pendingin (di bawah 4°C). Untuk mempercepat proses pendinginan, Anda bisa menggunakan wadah dangkal atau membaginya ke dalam beberapa wadah yang lebih kecil.

  • Simpan MPASI di lemari pendingin: MPASI yang telah dingin dapat disimpan di lemari pendingin selama 24-48 jam. Pastikan untuk menandai wadah dengan tanggal pembuatan.

  • Jangan menyimpan MPASI yang sudah dipanaskan kembali di suhu ruang: Setelah dipanaskan, MPASI harus segera dikonsumsi. Jangan dipanaskan kembali untuk konsumsi berikutnya.

  • Bekukan MPASI untuk jangka waktu yang lebih lama: Untuk penyimpanan lebih lama, bekukan MPASI dalam porsi kecil dalam wadah kedap udara. MPASI beku dapat disimpan selama 2-3 bulan. Pastikan untuk mencairkannya dengan aman dalam lemari pendingin sebelum dipanaskan.

BACA JUGA:   MPASI Telur Bebek: Manfaat, Risiko, dan Panduan Lengkap

Tanda-Tanda MPASI yang Sudah Rusak

Sebelum memberikan MPASI kepada bayi, selalu periksa tanda-tanda pembusukan berikut:

  • Bau yang tidak sedap: Bau asam atau busuk adalah tanda jelas bahwa MPASI sudah rusak.

  • Perubahan tekstur: MPASI yang rusak mungkin terlihat berair, berlendir, atau berubah warna.

  • Jamur atau cetakan: Kehadiran jamur atau cetakan menunjukkan bahwa MPASI sudah terkontaminasi dan tidak aman untuk dikonsumsi.

  • Perubahan warna yang signifikan: Warna MPASI yang jauh berbeda dari warna aslinya bisa menandakan pembusukan.

Jika Anda menemukan salah satu tanda-tanda di atas, buang MPASI tersebut segera. Jangan mengambil risiko dengan kesehatan bayi Anda.

Kesimpulan Tambahan: Prioritaskan Keselamatan Bayi

Kebersihan dan keamanan MPASI adalah prioritas utama. Meskipun informasi di atas memberikan panduan, selalu lebih baik untuk berhati-hati dan menghindari risiko dengan tidak membiarkan MPASI di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika ragu, buang MPASI tersebut. Kesehatan dan keselamatan bayi Anda jauh lebih berharga daripada makanan yang terbuang. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi anak jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang MPASI.

Also Read

Bagikan:

Tags