Bayi usia 10 bulan sedang dalam fase perkembangan yang pesat, termasuk perkembangan motorik halus dan kemampuan makan. Seringkali, para orangtua menghadapi tantangan baru dalam proses pemberian makan, salah satunya adalah kebiasaan bayi melepeh makanan. Meskipun terlihat mengganggu, melepeh makanan pada bayi 10 bulan merupakan hal yang normal dan biasanya memiliki beberapa penyebab yang perlu dipahami agar orangtua dapat memberikan respon yang tepat. Artikel ini akan membahas secara detail berbagai penyebab bayi 10 bulan suka melepeh makanan, serta strategi efektif untuk mengatasinya.
1. Perkembangan Motorik Halus dan Koordinasi Mata-Tangan
Salah satu penyebab utama bayi 10 bulan melepeh makanan adalah masih terbatasnya perkembangan motorik halus dan koordinasi mata-tangan. Pada usia ini, bayi masih belajar mengontrol gerakan tangan dan mulut mereka dengan tepat. Kemampuan untuk mengambil makanan, mengarahkannya ke mulut, dan mengunyahnya masih dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, melepeh makanan menjadi bagian dari proses belajar ini. Bayi mungkin belum mampu mengontrol jumlah makanan yang masuk ke mulutnya, sehingga makanan yang berlebihan akan dimuntahkan atau dilepeh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus ini bervariasi antar individu, sehingga beberapa bayi mungkin terlihat lebih mahir daripada yang lain dalam mengendalikan makanan di mulut mereka. [Sumber: Panduan Perkembangan Anak Usia Dini dari WHO, berbagai artikel jurnal perkembangan anak]
Gerakan tangan dan jari yang belum terkoordinasi dengan baik juga bisa menyebabkan bayi kesulitan menggenggam makanan berukuran kecil atau tekstur tertentu. Bayi mungkin berusaha memasukkan makanan yang terlalu besar ke mulut, sehingga menyebabkan kesulitan mengunyah dan akhirnya makanan tersebut dilepeh. Sebagai contoh, sepotong wortel yang terlalu besar atau potongan daging yang keras bisa menjadi penyebab utama bayi melepeh makanan. [Sumber: Buku Panduan Gizi Bayi, berbagai artikel blog parenting terpercaya]
2. Eksplorasi Sensorik dan Rasa Ingin Tahu
Selain faktor motorik, melepeh makanan juga bisa menjadi bentuk eksplorasi sensorik bayi. Bayi menggunakan mulut mereka untuk mengeksplorasi tekstur, rasa, dan bau makanan. Melepeh makanan merupakan cara mereka untuk memeriksa dan merasakan makanan tersebut sebelum benar-benar menelannya. Ini adalah bagian normal dari proses pembelajaran mereka tentang dunia di sekitar mereka. Bayi mungkin melepeh makanan yang terasa asing atau memiliki tekstur yang tidak disukainya. [Sumber: Artikel ilmiah tentang perkembangan sensorik bayi, berbagai forum diskusi parenting]
Bayi usia 10 bulan sangat ingin tahu dan senang bermain dengan makanan. Mereka mungkin melepeh makanan bukan karena tidak menyukainya, tetapi karena ingin bermain-main dengannya. Mereka mungkin mengoleskan makanan di wajah, rambut, atau bahkan lantai. Ini semua merupakan bagian dari proses belajar dan bermain mereka. Orangtua perlu memahami bahwa perilaku ini adalah normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. [Sumber: Buku Pedoman Perkembangan Bayi, berbagai artikel ahli perkembangan anak]
3. Refleks Ekstrusi
Refleks ekstrusi adalah refleks alami pada bayi yang menyebabkan mereka mendorong keluar benda-benda dari mulut mereka menggunakan lidah. Refleks ini melindungi bayi dari tersedak dan umumnya menghilang antara usia 3-6 bulan. Namun, pada beberapa bayi, refleks ini mungkin bertahan lebih lama. Jika refleks ekstrusi masih aktif pada bayi 10 bulan, ia mungkin akan cenderung melepeh makanan, bahkan jika makanan tersebut bertekstur lembut dan mudah ditelan. [Sumber: Buku teks kedokteran anak, berbagai artikel medis tentang refleks bayi]
Meskipun umumnya menghilang pada usia yang lebih muda, jika refleks ini masih aktif pada usia 10 bulan, konsultasikan dengan dokter anak. Dokter akan dapat mengevaluasi perkembangan bayi dan menentukan apakah refleks ekstrusi yang menetap ini merupakan suatu masalah yang perlu penanganan lebih lanjut atau hanya variasi perkembangan yang normal. [Sumber: Situs web kesehatan terpercaya seperti Mayo Clinic, WebMD]
4. Keengganan Terhadap Tekstur Tertentu
Bayi 10 bulan mulai mengeksplorasi berbagai rasa dan tekstur makanan. Namun, mereka mungkin memiliki preferensi tertentu dan menolak tekstur yang tidak disukai. Beberapa bayi mungkin menolak makanan yang terlalu lembek, terlalu keras, atau memiliki tekstur yang unik. Melepeh makanan dalam hal ini merupakan cara mereka untuk mengekspresikan ketidaksukaan terhadap tekstur tertentu. [Sumber: Artikel tentang gizi bayi dan perkembangan selera makan, berbagai website parenting]
Orangtua dapat membantu mengatasi masalah ini dengan menawarkan berbagai macam makanan dengan tekstur yang berbeda. Mulailah dengan tekstur yang lembut dan secara bertahap memperkenalkan tekstur yang lebih keras. Jangan memaksa bayi untuk memakan makanan yang tidak disukainya. Berikan waktu dan kesabaran agar bayi terbiasa dengan berbagai jenis tekstur makanan. [Sumber: Buku resep makanan bayi, berbagai panduan MPASI]
5. Kelelahan dan Ketidaknyamanan
Bayi yang merasa lelah atau tidak nyaman, seperti sakit gigi, pilek, atau demam, juga cenderung melepeh makanan. Kondisi fisik yang tidak nyaman dapat mengganggu nafsu makan dan membuat bayi sulit untuk fokus pada proses makan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat dan nyaman sebelum memulai waktu makan. [Sumber: Artikel tentang pengaruh kesehatan pada nafsu makan bayi, berbagai konsultasi dokter anak online]
Jika bayi menunjukkan tanda-tanda sakit atau ketidaknyamanan, tunda pemberian makan dan konsultasikan dengan dokter. Jangan memaksa bayi makan jika ia sedang sakit atau merasa tidak enak badan. Fokus pada memberikan kenyamanan dan perawatan yang dibutuhkan bayi. [Sumber: Pedoman Perawatan Bayi, berbagai buku referensi medis]
6. Metode Pemberian Makan yang Tidak Tepat
Cara pemberian makanan juga dapat memengaruhi kebiasaan bayi melepeh makanan. Memberi makan bayi dengan terburu-buru, memaksanya makan, atau memberikan terlalu banyak makanan sekaligus dapat menyebabkan bayi merasa kewalahan dan akhirnya melepeh makanan. Buat suasana makan yang santai dan menyenangkan. Berikan waktu yang cukup bagi bayi untuk makan dan jangan memaksanya jika ia menolak. [Sumber: Panduan MPASI, berbagai artikel tentang stimulasi makan pada bayi]
Gunakan sendok kecil dan berikan makanan sedikit demi sedikit. Biarkan bayi memegang sendok sendiri dan mencoba makan sendiri, meskipun mungkin masih berantakan. Beri pujian dan dukungan positif saat ia mencoba makan sendiri. Ini akan membantu membangun kepercayaan diri bayi dan membuat pengalaman makan menjadi lebih positif. [Sumber: Panduan perkembangan anak, berbagai artikel parenting]
Ingat, setiap bayi berkembang dengan kecepatannya sendiri. Jika Anda khawatir tentang kebiasaan melepeh makanan pada bayi Anda, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi anak untuk mendapatkan saran dan panduan yang tepat. Mereka dapat membantu Anda menentukan penyebab yang mendasari kebiasaan tersebut dan membantu Anda mengembangkan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah ini.