Bayi 7 Bulan Muntah Setelah Minum ASI: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Siti Hartinah

Muntah pada bayi berusia 7 bulan setelah minum ASI merupakan hal yang cukup umum dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, penting untuk membedakan muntah normal dari muntah yang memerlukan perhatian medis segera. Artikel ini akan membahas berbagai kemungkinan penyebab muntah pada bayi 7 bulan setelah menyusui, gejala yang menyertainya, serta kapan Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Informasi di sini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis terkait untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

1. Muntah Normal vs. Muntah Patologis pada Bayi

Sebelum membahas penyebab spesifik, penting untuk memahami perbedaan antara muntah normal dan muntah patologis (muntah yang disebabkan oleh kondisi medis). Muntah normal pada bayi, sering disebut spitting up, biasanya berupa sedikit ASI yang keluar setelah menyusu. Jumlahnya relatif sedikit, berupa semburan kecil, dan bayi umumnya tampak sehat dan aktif. Muntah ini biasanya disebabkan oleh masuknya udara saat menyusu atau karena kapasitas lambung bayi yang masih kecil.

Sebaliknya, muntah patologis lebih sering terjadi, lebih banyak jumlahnya, bisa berupa semburan kuat (proyektil), dan seringkali disertai gejala lain seperti demam, diare, lemas, berat badan tidak naik, atau perubahan warna tinja. Bayi yang mengalami muntah patologis tampak lesu dan rewel. Inilah yang perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian medis segera.

BACA JUGA:   Susu Soya: Alternatif Nutrisi untuk Bayi dengan Alergi Susu Sapi

Also Read

Bagikan:

Tags